Beranda › Blog › Hasil & Parameter Lab

· 5 menit baca · Ella Pratiwi

Tes Buta Warna MCU: Tabel Interpretasi 14 Plate Ishihara

Cara membaca hasil tes buta warna di lembar MCU: tabel interpretasi jumlah plate Ishihara yang benar, beda parsial dan total, dan jabatan yang mensyaratkan.


Tes Buta Warna MCU: Tabel Interpretasi 14 Plate Ishihara

Saat laporan MCU mencantumkan catatan “buta warna parsial” untuk seorang karyawan, HR sering bingung: apa artinya dan apa yang harus dilakukan? Catatan itu berasal dari tes Ishihara, pemeriksaan standar untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna dalam paket MCU karyawan. Hasilnya perlu dibaca dengan cermat karena bisa berdampak signifikan pada penempatan jabatan tertentu.

Yang dibahas:

  • Cara kerja tes Ishihara dan jenis buta warna yang bisa terdeteksi
  • Interpretasi hasil tes dan kategorinya
  • Jabatan yang mensyaratkan penglihatan warna normal
  • Langkah yang perlu diambil HR saat karyawan dinyatakan buta warna

Apa Itu Tes Ishihara?

Tes Ishihara adalah metode pemeriksaan buta warna yang dikembangkan oleh Dr. Shinobu Ishihara dari Jepang pada tahun 1917. Tes ini menggunakan lembaran (plate) berisi titik-titik berwarna yang membentuk angka atau pola tertentu. Seseorang dengan gangguan penglihatan warna tidak dapat membaca angka yang tersembunyi di dalam pola tersebut.

Tes Ishihara termasuk dalam kelompok pemeriksaan visus atau ketajaman penglihatan, bersama pemeriksaan visus jauh dan dekat. Dalam paket MCU karyawan lengkap, pemeriksaan mata ini biasanya dilakukan untuk semua karyawan tanpa batasan usia.

Tes ini dirancang untuk mendeteksi dua jenis gangguan warna paling umum:

  • Buta warna merah-hijau: ketidakmampuan membedakan warna merah dan hijau, terdiri dari tipe protanopia dan deuteranopia
  • Buta warna biru-kuning (tritanopia): lebih jarang, melibatkan kesulitan membedakan warna biru dan kuning
  • Buta warna total (achromatopsia): hanya melihat hitam, putih, dan abu-abu. Kondisi ini sangat jarang ditemukan.

Dari ketiganya, buta warna merah-hijau paling umum dan paling sering terdeteksi dalam MCU karyawan.

Prosedur Pelaksanaan Tes Ishihara

Tes Ishihara berlangsung singkat, dan karyawan tidak perlu persiapan khusus. Dalam MCU, langkah standarnya seperti ini:

  1. Karyawan diperiksa satu per satu di ruangan dengan pencahayaan yang cukup dan konsisten
  2. Dokter atau tenaga kesehatan menunjukkan plate Ishihara satu per satu dalam jarak sekitar 75 cm
  3. Karyawan diminta menyebutkan angka atau pola yang terlihat dalam waktu 3 detik per plate
  4. Jawaban dicatat per plate, baik yang benar maupun salah
  5. Total kesalahan dihitung dan dikategorikan untuk menentukan derajat gangguan penglihatan warna

Penting: Peserta tes tidak boleh menggunakan kacamata warna atau lensa kontak berwarna saat pemeriksaan. Selain itu, pencahayaan ruangan harus sesuai standar, idealnya menggunakan cahaya alami atau lampu daylight dengan intensitas 500 hingga 700 lux.

Platform seperti Aksesmedika membantu HR mengelola rekap hasil pemeriksaan visus dan buta warna seluruh karyawan tanpa spreadsheet manual. Pelajari lebih lanjut →

Interpretasi Hasil Tes Ishihara

Hasil tes dikategorikan berdasarkan jumlah plate yang dapat dibaca dengan benar. Tabel berikut menjelaskan interpretasi standar yang digunakan dalam MCU karyawan:

Jumlah Plate Benar (dari 14)InterpretasiImplikasi Jabatan
13–14NormalTidak ada pembatasan
10–12BorderlinePerlu observasi dan konteks jabatan
7–9Buta warna parsial ringanKeterbatasan pada jabatan tertentu
0–6Buta warna parsial beratPembatasan jabatan signifikan
Tidak dapat membaca sama sekaliButa warna totalPerlu pemeriksaan lanjutan oleh spesialis

Angka di atas hanya panduan umum. Karena itu, interpretasi final tetap harus dilakukan oleh dokter yang memahami konteks pekerjaan karyawan.

Hasil tes Ishihara selalu muncul sebagai bagian dari laporan MCU. Lantas, bagaimana hasil itu tercatat dan ikut menentukan status karyawan? Jawabannya ada di penjelasan tentang status fit, fit with notes, dan unfit dalam hasil MCU.

Jabatan yang Mensyaratkan Penglihatan Warna Normal

Tidak semua jabatan mensyaratkan penglihatan warna sempurna. Namun, sejumlah pekerjaan memiliki risiko keselamatan jika dilakukan oleh karyawan dengan gangguan penglihatan warna yang signifikan.

Jabatan yang umumnya mensyaratkan penglihatan warna normal atau mendekati normal:

  • Teknisi listrik dan elektronik: membedakan kabel berdasarkan warna adalah prosedur keselamatan standar
  • Pilot dan awak kabin: regulasi internasional mensyaratkan penglihatan warna normal
  • Masinis kereta api: lampu sinyal jalur menggunakan kode warna yang tidak boleh salah baca
  • Operator alat berat: sinyal peringatan dan indikator mesin menggunakan sistem kode warna
  • Analis laboratorium: reaksi kimia dan pewarnaan sampel membutuhkan diskriminasi warna yang akurat
  • Petugas lalu lintas dan keselamatan: penilaian situasi di lapangan bergantung pada persepsi warna

Sebaliknya, untuk jabatan seperti staf administrasi, pekerja kantoran, atau posisi yang tidak melibatkan sinyal warna, buta warna parsial umumnya tidak memengaruhi kemampuan kerja secara signifikan. Karyawan dengan kondisi ini tetap dapat dinyatakan fit for duty untuk jabatan tersebut.

Di sektor industri, tes Ishihara sering menjadi komponen wajib dalam MCU karyawan pabrik dan industri. Tujuannya memastikan keselamatan kerja di area produksi.

Tes warna hampir selalu berdampingan dengan pemeriksaan ketajaman penglihatan di meja yang sama, dan keduanya sering tertukar. Perbedaan keduanya dijelaskan di tes visus mata dalam MCU.

Tanya Jawab

Apakah buta warna bisa disembuhkan?

Buta warna bawaan bersifat genetik, permanen sepanjang hidup, dan belum ada pengobatan medis yang dapat menyembuhkannya. Meski begitu, beberapa kacamata khusus dapat membantu penderita membedakan warna lebih baik dalam kondisi tertentu. Namun, kacamata ini tidak mengubah kondisi dasar penglihatan.

Apakah karyawan buta warna otomatis dinyatakan unfit?

Tidak otomatis. Status fit atau unfit ditentukan berdasarkan jabatan yang diisi, bukan hanya hasil tes buta warna. Karyawan dengan buta warna parsial pada jabatan yang tidak membutuhkan diskriminasi warna tetap dapat dinyatakan fit for duty tanpa catatan.

Apakah tes Ishihara bisa dilakukan di lokasi perusahaan saat MCU massal?

Ya. Tes Ishihara tidak memerlukan alat khusus yang besar dan bisa dilakukan di lokasi perusahaan. Persiapannya cukup ruangan dengan pencahayaan yang sesuai standar. Namun, pemeriksaan tetap dilakukan satu per satu untuk memastikan akurasi hasil.

Berapa lama tes Ishihara berlangsung?

Tes Ishihara termasuk pemeriksaan tercepat dalam MCU. Dengan 14 hingga 24 plate standar, pemeriksaan biasanya selesai dalam 5 hingga 10 menit per orang. Karena itu, tes ini mudah diintegrasikan dalam MCU massal sekalipun.

Apa yang HR lakukan setelah menemukan karyawan dengan buta warna?

HR perlu memastikan karyawan mendapat penjelasan hasil dari dokter MCU secara tertulis. Untuk jabatan berisiko, HR perlu meninjau kesesuaian karyawan dengan persyaratan jabatan. Kalau ternyata perlu rotasi atau penyesuaian tugas, keputusannya harus didokumentasikan dan dikoordinasikan dengan atasan langsung karyawan.

Buta Warna sebagai Bagian dari Penilaian MCU Menyeluruh

Tes Ishihara adalah bagian kecil namun penting dalam penilaian kesehatan karyawan, terutama untuk perusahaan yang menempatkan karyawan di posisi dengan risiko keselamatan berbasis warna. Hasilnya selalu dievaluasi bersama seluruh komponen pemeriksaan lain dalam MCU.

Dengan Aksesmedika, hasil tes Ishihara setiap karyawan tercatat langsung ke dalam sistem dan dapat diakses HR melalui dashboard terpusat. Selain itu, fitur filter status penglihatan memudahkan HR mengidentifikasi karyawan yang perlu tindak lanjut penempatan jabatan tanpa menyortir laporan satu per satu.

Hasil MCU yang langsung bisa dibaca, tanpa perlu latar belakang medis

Setiap parameter otomatis diberi status dan penjelasan, jadi tindak lanjutnya jelas.

Konsultasi gratis MCU digital →