Beranda › Blog › Hasil & Parameter Lab

· 6 menit baca · Ella Pratiwi

Tekanan Darah Normal dan Hipertensi pada Karyawan

Pahami tekanan darah normal, kapan disebut hipertensi, dan langkah konkret yang perlu HR ambil saat karyawan terdeteksi tekanan darah tinggi dalam MCU.


Tekanan Darah Normal dan Hipertensi pada Karyawan

Saat hasil MCU masuk, tekanan darah tinggi adalah temuan yang paling sering muncul. Sayangnya, temuan ini juga paling sering diabaikan karyawan, karena banyak yang merasa baik-baik saja padahal tekanan darahnya sudah masuk kategori berbahaya. Karena itu, HR perlu memahami apa yang dimaksud tekanan darah normal dan kapan kondisi ini perlu ditindaklanjuti secara serius.

Yang dibahas:

  • Klasifikasi tekanan darah normal, elevated, dan hipertensi
  • Mengapa hipertensi pada karyawan sering tidak terdeteksi tanpa MCU
  • Langkah konkret yang bisa HR ambil setelah karyawan terdeteksi tekanan darah tinggi

Klasifikasi Tekanan Darah: Dari Normal sampai Berbahaya

Tekanan darah diukur dalam dua angka: tekanan sistolik (saat jantung memompa) dan diastolik (saat jantung beristirahat). Keduanya ditulis dalam satuan mmHg.

Tekanan darah normal adalah kondisi saat kedua angka berada dalam rentang sehat. Namun, di antara normal dan hipertensi ada beberapa kategori yang sering diabaikan oleh karyawan maupun HR.

KategoriSistolik (mmHg)Diastolik (mmHg)
Normal< 120< 80
Elevated (Meningkat)120–129< 80
Hipertensi Grade 1130–13980–89
Hipertensi Grade 2≥ 140≥ 90
Krisis Hipertensi> 180> 120

Nilai di atas berdasarkan panduan ACC/AHA 2017, yang menjadi acuan banyak dokter perusahaan di Indonesia. Meski begitu, untuk MCU karyawan, nilai ≥ 140/90 mmHg umumnya dijadikan batas untuk rekomendasi tindak lanjut medis.

Di lembar hasil, temuan ini umumnya dicatat sebagai hipertensi esensial dengan kode diagnosis I10. Arti kode itu dan daftar kode lain yang sering muncul di laporan MCU dibahas di kode ICD-10 untuk MCU.

Selain tekanan darah, MCU juga memantau parameter lain yang berkaitan dengan risiko kardiovaskular, seperti kolesterol dan gula darah. Keterkaitannya dibahas di Pemeriksaan Darah dalam MCU: Parameter dan Artinya.

Ingin mengecek satu hasil pengukuran dengan cepat? Gunakan alat cek tekanan darah yang langsung memberi kategorinya menurut klasifikasi JNC 7.

Cara kerja klasifikasi ini untuk menilai satu hasil pengukuran sendiri dijelaskan lebih rinci di kalkulator cek tekanan darah online dan kategorinya.

Mengapa Hipertensi Sering Tidak Terdeteksi Tanpa MCU

Hipertensi sering disebut silent killer karena hampir tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Misalnya, karyawan dengan tekanan darah 145/95 mmHg bisa tetap bekerja normal tanpa merasa pusing atau lelah yang berarti.

Penelitian Riskesdas 2018 menunjukkan lebih dari 60% penderita hipertensi di Indonesia tidak menyadari kondisinya. Di lingkungan kerja, angka ini kemungkinan lebih tinggi karena karyawan usia produktif jarang memeriksakan diri secara rutin tanpa dorongan dari perusahaan.

Faktor risiko hipertensi yang umum pada karyawan meliputi:

  • Pola makan tinggi garam dan lemak jenuh
  • Stres pekerjaan kronis dan jam kerja panjang
  • Kurang aktivitas fisik akibat pekerjaan yang banyak duduk
  • Konsumsi kafein berlebihan dari kopi dan minuman energi
  • Kebiasaan merokok aktif maupun paparan asap rokok

Pemeriksaan tekanan darah dalam MCU tahunan adalah cara paling efektif mendeteksi kondisi ini. Ini juga menjadi salah satu alasan utama mengapa MCU karyawan perlu dilakukan setiap tahun.

Platform seperti Aksesmedika membantu HR mengelola data tekanan darah karyawan tanpa spreadsheet manual. Pelajari lebih lanjut →

Dampak Hipertensi terhadap Produktivitas dan Perusahaan

Dampak hipertensi tidak berhenti pada kesehatan individu. Operasional dan keuangan perusahaan pun ikut menanggung konsekuensinya.

Karyawan dengan hipertensi tidak terkontrol lebih rentan mengalami serangan jantung dan stroke, dua penyebab utama absensi jangka panjang atau pemutusan hubungan kerja permanen. Akibatnya, biaya penggantian karyawan, belum termasuk kenaikan premi asuransi, bisa jauh melebihi biaya MCU tahunan untuk seluruh karyawan.

Selain itu, hipertensi yang tidak ditangani memengaruhi kemampuan kognitif seperti konsentrasi dan pengambilan keputusan. Hal ini terutama relevan untuk posisi yang butuh kewaspadaan tinggi, seperti operator mesin berat, pengemudi, atau pekerja di ketinggian.

Penting: Di beberapa profesi yang diatur ketat seperti penerbangan, pertambangan, dan pengemudi kendaraan komersial, hipertensi grade 2 bisa mengubah status kesehatan kerja menjadi temporary unfit. HR wajib berkonsultasi dengan dokter perusahaan sebelum mengambil keputusan apa pun terkait status kerja karyawan.

Aksesmedika menyediakan fitur kategorisasi risiko kesehatan karyawan, termasuk untuk mereka dengan tekanan darah tinggi. Dengan begitu, HR bisa melihat ringkasan populasi karyawan berisiko dalam satu dashboard tanpa perlu membuka dokumen hasil MCU satu per satu.

Tindak Lanjut HR Saat Karyawan Terdeteksi Hipertensi

Begitu karyawan dengan tekanan darah tinggi ditemukan dalam hasil MCU, prosesnya justru baru dimulai. Ada serangkaian langkah yang perlu dikoordinasikan dengan baik.

Berikut alur tindak lanjut yang direkomendasikan:

  1. Verifikasi hasil bersama dokter perusahaan. Satu pengukuran tinggi belum cukup untuk diagnosis hipertensi; diperlukan minimal dua pengukuran di waktu berbeda.
  2. Komunikasikan secara privat kepada karyawan yang bersangkutan. Sampaikan hasil dengan empati dan tanpa menghakimi.
  3. Rujuk ke fasilitas kesehatan jika dokter perusahaan merekomendasikan evaluasi lanjutan atau memulai pengobatan.
  4. Dokumentasikan tindak lanjut agar proses ini terlacak dan bisa dievaluasi di MCU berikutnya.
  5. Pantau perkembangan di siklus MCU berikutnya untuk melihat apakah kondisi membaik atau perlu intervensi lebih lanjut.

Kalau temuan hipertensi muncul pada banyak peserta sekaligus, responsnya perlu berbentuk program dengan kelompok sasaran, seperti diuraikan di program kesehatan karyawan untuk banyak kasus hipertensi.

Sementara itu, langkah lanjutan setelah tekanan darah tinggi benar-benar muncul di hasil MCU disusun sebagai linimasa dua belas bulan di playbook pasca-MCU untuk hipertensi. Linimasanya dimulai dari konfirmasi ulang sampai kondisi terkendali.

Untuk sisi karyawan sendiri, langkah mandiri beserta takaran tiap langkahnya dirinci di 9 cara menurunkan tekanan darah tanpa obat.

Tanya Jawab

Berapa tekanan darah normal untuk karyawan dewasa?

Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg. Nilai sistolik antara 120–129 dengan diastolik kurang dari 80 disebut elevated dan sebaiknya mulai mendapat perhatian, meski belum dikategorikan sebagai hipertensi.

Apakah karyawan dengan hipertensi otomatis dinyatakan unfit untuk bekerja?

Tidak otomatis. Karyawan dengan hipertensi terkontrol dan dalam pengobatan umumnya masih bisa bekerja normal. Status fit atau tidak ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan, jenis pekerjaan, dan kondisi kesehatan keseluruhan. Selengkapnya tentang kategori status kesehatan MCU bisa dibaca di Fit with Note Artinya Apa?.

Apakah satu kali pengukuran tekanan darah saat MCU sudah cukup untuk diagnosis?

Tidak. Tekanan darah bisa berfluktuasi tergantung kondisi fisik dan emosional saat pengukuran. Karena itu, diagnosis hipertensi memerlukan beberapa pengukuran di waktu berbeda, dan keputusan klinis harus dilakukan oleh dokter, bukan HR.

Apa yang bisa perusahaan lakukan untuk mencegah hipertensi karyawan?

Perusahaan dapat mendukung gaya hidup sehat dengan menyediakan makanan bergizi di kantin, fasilitas olahraga, program manajemen stres, dan edukasi kesehatan berkala. Selain itu, MCU tahunan membantu mengidentifikasi karyawan yang berisiko sebelum kondisinya memburuk.

Apakah perusahaan wajib membiayai pengobatan karyawan yang terdeteksi hipertensi?

Kewajiban ini bergantung pada jenis hubungan kerja, paket BPJS Kesehatan, dan ketentuan dalam perjanjian kerja. Secara umum, perusahaan tidak diwajibkan membiayai seluruh pengobatan. Namun, perusahaan wajib memfasilitasi akses ke layanan kesehatan bagi karyawan yang membutuhkan.

Pantau Tekanan Darah Karyawan Lebih Sistematis

Mengelola tindak lanjut kesehatan ratusan karyawan secara manual membuka celah untuk kelalaian. Karyawan dengan tekanan darah tinggi bisa terlewat jika tidak ada sistem yang mencatat dan mengingatkan tim HR secara otomatis.

Aksesmedika menyediakan notifikasi otomatis untuk karyawan yang memerlukan tindak lanjut medis berdasarkan hasil MCU, termasuk kasus hipertensi. Dengan dashboard HR real-time, tim kesehatan kerja bisa memantau status seluruh karyawan dan memastikan tidak ada yang terlewat dari siklus pemantauan tahunan perusahaan.

Sumber

  • Klasifikasi tekanan darah JNC 7
  • Riskesdas 2018, Kemenkes RI
  • Klasifikasi ICD-10, World Health Organization

Hasil MCU yang langsung bisa dibaca, tanpa perlu latar belakang medis

Setiap parameter otomatis diberi status dan penjelasan, jadi tindak lanjutnya jelas.

Konsultasi gratis MCU digital →