Cek Risiko Penyakit Jantung 10 Tahun
Perkiraan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dalam 10 tahun ke depan memakai Skor Kardiovaskular Jakarta. Tidak butuh hasil kolesterol, jadi bisa diisi tanpa tes lab.
Apa itu Skor Jakarta
Skor Kardiovaskular Jakarta adalah adaptasi Indonesia dari model Framingham. Keunggulannya, skor ini tidak memerlukan nilai kolesterol, sehingga bisa dipakai di layanan primer atau skrining massal di mana tes lipid belum tentu tersedia. Faktor yang dihitung adalah jenis kelamin, usia, tekanan darah, indeks massa tubuh, status merokok, diabetes, dan tingkat aktivitas fisik.
Interpretasi total skor
| 1 atau kurang | Risiko rendah, di bawah 10% |
| 2 sampai 4 | Risiko sedang, 10% sampai 20% |
| 5 ke atas | Risiko tinggi, di atas 20% |
Faktor mana yang paling bisa kamu ubah
Usia dan jenis kelamin jelas tidak bisa diubah, tapi empat faktor lainnya bisa. Berhenti merokok menurunkan skor paling tajam, dari 4 poin untuk perokok aktif menjadi 0 untuk yang tidak pernah merokok. Aktivitas fisik berat justru mengurangi 3 poin dari total. Menurunkan tekanan darah dan berat badan masing-masing bisa memangkas 1 sampai 4 poin lagi.
Batasan
Skor Jakarta hanya tervalidasi untuk usia 25 sampai 64 tahun, jadi kalkulator ini tidak menampilkan hasil di luar rentang tersebut. Skor ini juga memperkirakan risiko pada tingkat populasi, bukan memvonis apa yang akan terjadi pada satu orang. Orang dengan skor rendah tetap bisa terkena serangan jantung, dan sebaliknya.
Kalkulator ini alat bantu edukasi, bukan diagnosis. Hasilnya tidak menggantikan pemeriksaan dan penilaian tenaga medis. Konsultasikan kondisimu ke dokter untuk keputusan medis apa pun.