Beranda › Blog › Hasil & Parameter Lab

· 4 menit baca · Ella Pratiwi

Tes Audiometri dalam MCU: Cara Baca Hasil Pendengaran

Tes audiometri dalam MCU karyawan mengukur ambang pendengaran per frekuensi. Pahami arti dua garis pada audiogram, derajat gangguan, dan takik 4000 Hz.


Tes Audiometri dalam MCU: Cara Baca Hasil Pendengaran

Karyawan yang bekerja di area bising sering pulang membawa lembar audiogram penuh grafik dan angka, tanpa satu kalimat pun yang menjelaskan artinya. Padahal grafik itu justru salah satu bagian MCU yang paling bisa dibaca sendiri. Kuncinya memahami apa yang sebenarnya diukur.

Yang dibahas:

  • Apa yang diukur audiometri dan kenapa satuannya bukan volume biasa
  • Arti dua garis berbeda pada satu telinga di audiogram
  • Derajat gangguan pendengaran dan batas tiap tingkat
  • Pola khas gangguan akibat bising yang perlu dikenali HR

Apa yang Diukur Audiometri

Audiometri mengukur ambang pendengaran, yaitu bunyi paling pelan yang masih bisa Anda dengar pada tiap frekuensi. Peserta memakai headphone di ruang kedap suara dan menekan tombol setiap kali mendengar nada.

Frekuensi yang diperiksa umumnya 250, 500, 1000, 2000, 4000, dan 8000 Hz, dari nada rendah ke nada tinggi. Tiap frekuensi diperiksa terpisah untuk telinga kanan dan kiri, sehingga satu pemeriksaan menghasilkan cukup banyak angka.

Satuannya desibel hearing level, ditulis dB HL. Ini yang sering disalahpahami: angkanya bukan volume, melainkan selisih dari ambang pendengaran normal. Karena itu semakin besar angkanya, semakin buruk pendengarannya, bukan sebaliknya.

Kenapa Ada Dua Garis untuk Satu Telinga

Audiogram yang lengkap punya dua garis per telinga, dan inilah bagian yang paling sering diabaikan padahal paling menentukan.

JalurCara diperiksaYang diuji
Hantaran udara (AC)Lewat headphoneSeluruh jalur: telinga luar, tengah, dan dalam
Hantaran tulang (BC)Lewat getaran di tulang belakang telingaLangsung ke telinga dalam, melewati telinga tengah

Selisih antara keduanya disebut air-bone gap, dan selisih itulah yang memberi tahu letak masalahnya:

  • Gap lebar, artinya AC turun sementara BC masih normal. Masalahnya ada di telinga luar atau tengah, misalnya kotoran telinga menumpuk atau cairan di belakang gendang telinga. Tipe ini sering bisa ditangani.
  • Tidak ada gap, artinya AC dan BC sama-sama turun. Masalahnya ada di telinga dalam atau saraf pendengaran. Tipe inilah yang muncul akibat paparan bising, dan sifatnya menetap.

Tanpa pemeriksaan hantaran tulang, audiogram hanya bisa mengatakan “kurang dengar” tanpa bisa mengatakan penyebabnya. Untuk MCU di lingkungan bising, justru pembedaan itu yang paling dibutuhkan.

Karena itu perekaman audiometri sebaiknya menyimpan keempat nilai per frekuensi, bukan hanya dua, agar tipe gangguannya bisa terbaca ulang di kemudian hari. Pelajari lebih lanjut →

Derajat Gangguan Pendengaran

Setelah ambang tiap frekuensi didapat, hasilnya dirata-rata pada frekuensi bicara untuk menentukan derajat gangguan.

Rata-rata ambangDerajat
Sampai 25 dB HLNormal
26 sampai 40 dB HLRingan
41 sampai 55 dB HLSedang
56 sampai 70 dB HLSedang berat
71 sampai 90 dB HLBerat
Di atas 90 dB HLSangat berat

Batas ini adalah klasifikasi yang umum dipakai, dan sebagian klinik memakai pembagian yang sedikit berbeda. Yang lebih penting bagi HR bukan labelnya, melainkan perubahannya antar tahun. Pergeseran ambang 10 dB pada karyawan yang tahun lalu normal jauh lebih bermakna daripada satu hasil “ringan” yang stabil sejak lama.

Pola Khas Gangguan Akibat Bising

Ada satu pola yang layak dikenali siapa pun yang mengelola MCU di pabrik atau proyek.

Gangguan akibat bising hampir selalu muncul lebih dulu sebagai takik di sekitar 4000 Hz, yaitu penurunan tajam yang terpusat di frekuensi itu sementara frekuensi lain masih normal. Bentuknya di grafik seperti lembah sempit.

Yang membuatnya berbahaya adalah percakapan sehari-hari berlangsung di frekuensi lebih rendah. Karyawan dengan takik 4000 Hz biasanya belum merasa ada yang berkurang, sehingga tidak mengeluh dan tidak mencari bantuan. Ketika keluhan akhirnya muncul, kerusakannya sudah melebar ke frekuensi bicara dan bersifat menetap.

Inilah alasan audiometri masuk MCU berkala di lingkungan bising, bukan hanya diperiksa saat ada keluhan. Konteks pemeriksaan wajib untuk lingkungan seperti ini dibahas di MCU karyawan pabrik dan industri dan MCU karyawan konstruksi.

Penting: hasil audiometri hanya sahih kalau peserta sudah bebas paparan bising minimal 14 sampai 16 jam sebelum pemeriksaan. Memeriksa karyawan sepulang shift di area bising akan menghasilkan penurunan sementara yang keliru dibaca sebagai kerusakan menetap.

Tanya Jawab

Apakah tes audiometri sakit?

Tidak sama sekali. Peserta hanya memakai headphone di ruang kedap suara, lalu menekan tombol setiap kali mendengar nada. Tidak ada alat yang dimasukkan atau menyentuh bagian dalam telinga.

Kenapa hasil audiometri saya turun hanya di satu frekuensi?

Penurunan yang terpusat di sekitar 4000 Hz adalah pola khas akibat paparan bising, dan sering muncul lebih dulu sebelum penderita merasa ada yang berkurang. Temuan ini perlu ditindaklanjuti meski frekuensi lain masih normal.

Apakah gangguan pendengaran akibat bising bisa pulih?

Pergeseran ambang sementara setelah paparan singkat umumnya pulih dalam hitungan jam sampai hari. Kerusakan yang sudah menetap akibat paparan bertahun-tahun bersifat permanen, sehingga pencegahan jauh lebih menentukan daripada pengobatan.

Berapa lama karyawan harus istirahat dari bising sebelum diperiksa?

Umumnya minimal 14 sampai 16 jam bebas paparan bising sebelum pemeriksaan. Tanpa jeda ini, hasil bisa menunjukkan penurunan sementara yang keliru dibaca sebagai kerusakan menetap.

Apakah hasil audiometri buruk membuat karyawan langsung unfit?

Tidak otomatis. Penilaian kelayakan kerja bergantung pada tuntutan posisinya, misalnya kemampuan mendengar sinyal peringatan. Hasilnya lebih sering menghasilkan rekomendasi pengendalian paparan daripada status tidak layak bekerja. Cara menindaklanjuti tiap status dibahas di cara HR menindaklanjuti hasil MCU.

Nilai audiometri baru benar-benar berguna ketika bisa dibandingkan antar tahun, karena yang dicari adalah pergeseran ambang, bukan satu angka tunggal. Aksesmedika menyimpan pembacaan audiometri per frekuensi lengkap dengan jalur udara dan tulang untuk kedua telinga, sehingga audiogram tahun ini bisa ditumpangkan pada tahun lalu tanpa perlu mencari lembar cetak lama. Pemeriksaan penunjang lain yang sering menyertainya dibahas di tes spirometri dalam MCU.

Hasil MCU yang langsung bisa dibaca, tanpa perlu latar belakang medis

Setiap parameter otomatis diberi status dan penjelasan, jadi tindak lanjutnya jelas.

Konsultasi gratis MCU digital →