Beranda › Blog › Regulasi & Kepatuhan

· 5 menit baca · Kania Rahayu

Apakah Biaya MCU Ditanggung Perusahaan? 4 Skema yang Lazim

Biaya MCU melekat pada kewajiban pemberi kerja. Empat skema pembiayaan yang lazim dipakai perusahaan, plus aturan berbeda untuk kandidat yang belum jadi karyawan.


Apakah Biaya MCU Ditanggung Perusahaan? 4 Skema yang Lazim

Pertanyaan ini muncul dari dua arah yang berbeda. Kandidat bertanya karena diminta membayar sendiri saat proses lamaran, sementara karyawan tetap bertanya karena melihat potongan di slip gajinya. Padahal, jawabannya tidak sama untuk keduanya.

Yang dibahas:

  • Dasar kewajiban MCU dan konsekuensinya terhadap siapa yang membayar
  • Beda perlakuan antara MCU pra-kerja dan MCU berkala
  • Praktik yang lazim dan praktik yang bermasalah
  • Cara HR menyusun kebijakan biaya yang jelas sejak awal

Kewajibannya Melekat pada Pemberi Kerja

Sebelum bicara biaya, mulailah dari pertanyaan siapa yang wajib menyelenggarakan MCU.

UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mewajibkan pengurus memeriksakan kesehatan pekerja, baik yang akan diterima maupun yang akan dipindahkan, sesuai sifat pekerjaannya. Artinya, kewajiban itu diletakkan pada pemberi kerja.

Aturan turunannya, yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 02 Tahun 1980, membagi pemeriksaan kesehatan tenaga kerja menjadi tiga bentuk:

  • Pemeriksaan sebelum kerja, untuk menilai kecocokan calon pekerja dengan posisi yang akan diisi
  • Pemeriksaan berkala, yang dijalankan rutin bagi pekerja yang sudah aktif
  • Pemeriksaan khusus, untuk pekerja dengan paparan atau kondisi tertentu

Karena kewajiban menyelenggarakan berada di pihak perusahaan, biayanya pun mengikuti kewajiban itu. Dengan begitu, perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya sendiri dengan uang pekerja.

Rincian dasar hukum lain yang berkaitan diuraikan di regulasi dan dasar hukum MCU karyawan.

MCU Berkala dan MCU Pra-Kerja Diperlakukan Berbeda

Di sinilah sebagian besar kebingungan bermula. Pasalnya, dua jenis MCU ini berada pada posisi hukum yang tidak sama.

AspekMCU berkalaMCU pra-kerja
Status hubungan kerjaSudah menjadi karyawanMasih kandidat
Kewajiban penyelenggaraanJelas pada perusahaanPada perusahaan yang akan menerima
Praktik pembiayaanDitanggung perusahaanBervariasi antar perusahaan
Boleh dipotong dari gajiTidak tepatTidak relevan, belum ada gaji
FrekuensiUmumnya setahun sekaliSekali saat rekrutmen

Untuk MCU berkala, jawabannya tegas. Biaya menjadi tanggungan perusahaan, dan memotongnya dari gaji berarti mengalihkan beban kewajiban pemberi kerja kepada pekerja.

Sementara itu, praktik untuk MCU pra-kerja memang beragam. Sebagian perusahaan menanggung penuh lewat provider rekanan, sebagian lain meminta kandidat membayar lebih dahulu dan menggantinya setelah diterima bekerja.

Kejelasan skema biaya sejak awal mengurangi keluhan kandidat sekaligus memudahkan rekonsiliasi tagihan per perusahaan di akhir periode. Pelajari lebih lanjut →

Praktik yang Lazim dan yang Bermasalah

Lantas, praktik mana yang masih wajar? Posisi tiap variasi ternyata berbeda-beda. Beberapa wajar, beberapa sebaiknya dihindari.

Praktik yang lazim dan tidak bermasalah:

  1. Perusahaan menunjuk provider rekanan dan menagih langsung ke perusahaan
  2. Kandidat membayar dahulu, lalu diganti penuh setelah diterima bekerja
  3. Perusahaan menanggung paket dasar, karyawan menambah sendiri jika ingin pemeriksaan di luar paket
  4. Perusahaan menanggung MCU keluarga inti sebagai benefit tambahan di luar kewajiban

Praktik yang sebaiknya dihindari:

  • Memotong gaji karyawan tetap untuk membiayai MCU berkala
  • Menagihkan biaya MCU pra-kerja kepada kandidat yang akhirnya ditolak, tanpa disampaikan di awal
  • Meminta kandidat membayar tanpa memberikan salinan hasil pemeriksaannya

Penting: poin terakhir sering terjadi dan posisinya paling lemah. Siapa pun yang membayar, hasil MCU tetap milik peserta dan wajib bisa diaksesnya, seperti dibahas di kerahasiaan hasil MCU.

Menyusun Kebijakan Biaya yang Jelas

Sebagian besar sengketa biaya MCU sebenarnya berakar pada komunikasi. Karena itu, kebijakan yang ditulis di awal hampir selalu menyelesaikannya.

Tiga hal minimal yang perlu ditetapkan HR:

  • Cakupan paket yang ditanggung, sehingga jelas pemeriksaan mana yang di luar tanggungan
  • Mekanisme penggantian untuk kandidat, termasuk tenggat dan bukti yang diperlukan
  • Perlakuan bagi kandidat yang tidak jadi diterima, disampaikan sebelum pemeriksaan dilakukan

Ketentuan ini cukup diletakkan di surat panggilan MCU, tidak perlu dokumen terpisah. Satu paragraf yang jelas di awal jauh lebih murah daripada penjelasan berulang di kemudian hari.

Selain itu, biaya pemeriksaan ulang juga sering terlewat. Peserta yang statusnya ditunda hampir selalu perlu diperiksa kembali, dan anggaran untuk itu jarang dialokasikan sejak awal. Padahal, jumlahnya bisa mencapai sepersepuluh peserta pada perusahaan dengan profil risiko tinggi.

Karena itu, anggaran MCU sebaiknya disusun dua lapis. Lapis pertama untuk seluruh peserta, lapis kedua sebagai cadangan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan lanjutan yang muncul dari temuan. Pertimbangan anggarannya dibahas lebih rinci di biaya MCU karyawan per orang, sementara perbandingannya dengan jaminan kesehatan ada di MCU karyawan vs BPJS Kesehatan.

Tanya Jawab

Apakah biaya MCU ditanggung perusahaan?

Untuk MCU berkala karyawan yang sudah bekerja, ya. Kewajiban memeriksakan kesehatan pekerja melekat pada pemberi kerja menurut UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, sehingga biayanya menjadi tanggungan perusahaan, bukan potongan gaji.

Bagaimana dengan MCU saat melamar kerja, siapa yang bayar?

Praktiknya bervariasi. Sebagian perusahaan menanggung penuh dan mengarahkan kandidat ke provider rekanannya, sebagian lain meminta kandidat membayar dahulu lalu menggantinya setelah diterima. Ketentuan ini seharusnya disampaikan sejak awal proses rekrutmen.

Bolehkah perusahaan memotong gaji karyawan untuk biaya MCU?

Tidak tepat untuk MCU berkala yang menjadi kewajiban perusahaan. Memotong gaji untuk memenuhi kewajiban pemberi kerja berpotensi dipersoalkan, karena memindahkan beban kewajiban kepada pekerja.

Apakah MCU karyawan bisa ditanggung BPJS Kesehatan?

Umumnya tidak. BPJS Kesehatan berfokus pada layanan kuratif dan skrining terbatas, sedangkan MCU kerja bersifat menyeluruh dan berkaitan dengan kelayakan kerja. Karena itu, MCU biasanya dibiayai terpisah oleh perusahaan.

Berapa anggaran MCU yang wajar per karyawan?

Kisarannya sangat bergantung pada paket dan sektor industri, mulai dari ratusan ribu untuk paket dasar sampai jutaan rupiah untuk paket dengan pemeriksaan khusus. Besarannya lebih ditentukan oleh risiko pekerjaan daripada jabatan karyawan.

Bagi HR, persoalan biaya MCU jarang berhenti di kebijakan. Pekerjaan yang paling menyita waktu justru mencocokkan siapa saja yang benar-benar hadir, paket mana yang dipakai, dan berapa yang layak ditagihkan.

Aksesmedika mencatat paket per peserta beserta kehadirannya. Dengan begitu, rekapitulasi biaya per perusahaan tersusun dari data pemeriksaan yang sebenarnya terjadi, tanpa berpegang pada perkiraan jumlah undangan yang disebar.

Sumber

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Pastikan dokumentasi MCU perusahaan siap saat diaudit

Riwayat pemeriksaan, status tindak lanjut, dan laporan tersimpan rapi per karyawan.

Konsultasi gratis MCU digital →