Beranda › Blog › Regulasi & Kepatuhan

· 5 menit baca · Kania Rahayu

Nordic Body Map: Cara Skoring Keluhan Otot Karyawan

Nordic Body Map mencatat keluhan otot di sembilan wilayah tubuh. Pahami pertanyaan aslinya, cara menjumlahkan formulir yang Anda pakai, dan batas pakainya untuk HR.


Nordic Body Map: Cara Skoring Keluhan Otot Karyawan

HR menerima tumpukan formulir keluhan otot, lalu diminta menyebut siapa yang berisiko tinggi. Masalahnya, formulir yang beredar memakai nama yang sama tetapi skalanya tidak sama. Menjumlahkan angka dari dua versi yang berbeda hanya menghasilkan peringkat yang tidak bisa dijelaskan.

Yang dibahas:

  • Asal Nordic Body Map dan sembilan wilayah tubuhnya
  • Pertanyaan yang memang ada pada kuesioner aslinya
  • Cara menjumlahkan formulir yang Anda pakai, tanpa menyalin batas dari tempat lain
  • Apa yang HR lakukan dengan polanya, dan apa yang tidak boleh dilakukan

Dari Mana Instrumen Ini Berasal

Nordic Body Map yang dipakai di program kesehatan kerja merujuk pada kuesioner Nordic untuk keluhan otot rangka. Versi yang dibakukan diterbitkan Kuorinka dan rekan pada 1987 di Applied Ergonomics.

Tujuannya sederhana. Kuesioner itu menjawab apakah keluhan otot muncul pada suatu kelompok, dan di bagian tubuh mana keluhan itu berada. Ia dibuat untuk survei dan penapisan, bukan untuk menegakkan diagnosis.

Bentuk aslinya memakai peta tubuh dengan sembilan wilayah:

  • Leher
  • Bahu
  • Siku
  • Pergelangan tangan dan tangan
  • Punggung atas
  • Punggung bawah
  • Pinggul dan paha
  • Lutut
  • Pergelangan kaki dan telapak kaki

Selain lembar umum, ada pertanyaan tambahan untuk leher, bahu, dan punggung bawah. Tambahan itu menggali lama keluhan dan apakah keluhan mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

Instrumen lain yang juga berupa kuesioner baku di MCU adalah SRQ-20 untuk skrining kesehatan mental. Keduanya tidak saling menggantikan. Yang satu menanyakan otot, yang lain menanyakan distres.

Pertanyaan yang Memang Ada pada Versi Aslinya

Pada lembar umum, peserta ditanya untuk tiap wilayah tubuh. Tiga hal yang selalu dicari adalah keluhan dalam 12 bulan terakhir, keluhan dalam 7 hari terakhir, dan apakah keluhan itu menghalangi aktivitas biasa.

Jawabannya berbentuk pilihan tertutup, umumnya ya atau tidak. Tidak ada satu skor total resmi yang lalu dipecah menjadi risiko rendah, sedang, dan tinggi di dalam naskah aslinya.

Cara mencatatnya untuk satu orang bisa sesederhana tabel ini.

WilayahKeluhan 12 bulanKeluhan 7 hariMengganggu aktivitas
LeherYa atau tidakYa atau tidakYa atau tidak
BahuYa atau tidakYa atau tidakYa atau tidak
Punggung bawahYa atau tidakYa atau tidakYa atau tidak
Wilayah lainPola yang samaPola yang samaPola yang sama

Yang dijumlahkan HR pada versi ini bukan tingkat keparahan, melainkan jumlah orang yang menjawab ya di wilayah yang sama. Sepuluh orang dengan punggung bawah yang mengganggu kerja lebih berguna daripada satu angka rata-rata yang skalanya tidak jelas.

Rekap MCU di Aksesmedika bisa mengelompokkan temuan per divisi tanpa membuka jawaban individu ke atasan langsung. Pelajari lebih lanjut →

Kalau Formulir Anda Memakai Skor Keparahan

Banyak lembar di perusahaan Indonesia menambah tingkat keluhan, misalnya dari tidak sakit sampai sangat sakit, lalu menjumlahkan semua wilayah. Praktik itu lazim, tetapi batas angkanya tidak seragam.

Sebagian formulir memberi nilai 0 sampai 3 pada tiap wilayah. Sebagian lain mulai dari 1, sehingga nilai minimumnya bukan nol. Jumlah wilayahnya pun kadang diperbanyak melewati sembilan wilayah asli. Karena itu batas yang Anda baca di satu artikel tidak otomatis berlaku untuk lembar Anda.

Cara yang aman:

  1. Pakai skala yang tercetak di formulir itu, jangan ditukar di tengah jalan.
  2. Jumlahkan sesuai petunjuk formulir, lalu simpan satu contoh lembar kosong di berkas program.
  3. Bandingkan karyawan hanya dengan karyawan lain yang mengisi formulir yang sama.
  4. Jangan menyebut satu rentang angka sebagai baku nasional kalau rentang itu tidak tertulis di lembar Anda.
  5. Laporkan wilayah yang paling sering sakit, bukan hanya totalnya. Total bisa menyembunyikan punggung bawah yang menumpuk di satu regu.

Catatan: bila dua penyedia MCU memakai lembar yang berbeda, minta definisi skor tertulis sebelum data digabung. Tanpa itu, peringkat antarlokasi tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Yang HR Lakukan dengan Polanya

Peta keluhan menandai pekerjaan yang perlu dilihat, bukan orang yang perlu dihukum. Langkah berikutnya adalah melihat tugas di regu yang keluhannya mengumpul.

Di lini produksi, pertanyaan praktisnya ada di MCU karyawan pabrik: angkat beban, postur, dan jam berdiri. Kuesioner hanya menunjukkan di mana keluhan berkumpul. Penyebabnya baru kelihatan saat stasiun kerjanya diamati.

Empat batas pemakaian yang perlu disepakati sejak awal:

  • Hasil individu bukan nilai kinerja dan bukan dasar hukuman
  • Satu skor tinggi bukan status unfit
  • Keluhan yang disertai kelemahan, baal, atau nyeri yang menjalar tetap diperiksa dokter
  • Rekap untuk manajemen cukup menyebut wilayah dan jumlah orang, bukan nama

Mengulang formulir yang sama setelah perubahan stasiun kerja menunjukkan apakah keluhan bergeser. Mengganti skala di tahun berikutnya memutus pembanding itu.

Tanya Jawab

Apakah Nordic Body Map sama dengan diagnosis penyakit otot?

Tidak. Ini kuesioner keluhan, bukan pemeriksaan dokter. Skor atau peta tubuh hanya menunjukkan di wilayah mana keluhan mengumpul, lalu perlu dilihat bersama tugas kerja yang bersangkutan.

Berapa jumlah bagian tubuh pada kuesioner Nordic yang asli?

Kuesioner yang dibakukan Kuorinka dan rekan pada 1987 memakai sembilan wilayah: leher, bahu, siku, pergelangan dan tangan, punggung atas, punggung bawah, pinggul dan paha, lutut, serta pergelangan kaki dan telapak.

Kenapa batas skor di internet tidak sama?

Karena banyak formulir di tempat kerja menambahkan skala keparahan yang tidak ada sebagai satu angka baku pada kuesioner asli. Jumlah butir dan nilai per butir berbeda antarformulir, jadi batasnya tidak bisa disalin dari artikel lain.

Bolehkah skor individu dipakai untuk menilai kinerja?

Tidak. Kuesioner ini untuk melihat pola keluhan pada pekerjaan, bukan untuk menghukum orang yang melapor sakit. Memakai skor sebagai nilai kinerja membuat karyawan berhenti menjawab jujur.

Seberapa sering formulir ini diulang?

Ulangi dengan formulir yang sama bila tugas atau stasiun kerja berubah, atau saat keluhan di satu wilayah terus muncul. Membandingkan dua formulir yang skalanya berbeda tidak menghasilkan selisih yang berarti.

Sumber

  • Kuorinka dkk., Standardized Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms (Applied Ergonomics, 1987)

Peta keluhan hanya berguna kalau skalanya stabil dan hasilnya dipakai untuk memperbaiki pekerjaan. Simpan lembar kosongnya, jumlahkan sesuai lembar itu, dan laporkan wilayah yang menumpuk, bukan nama orangnya.

Aksesmedika menyusun rekap temuan per divisi dari pemeriksaan yang sama, sehingga pola regu terlihat tanpa menyebar jawaban individu. HR bisa menaruh hasil kuesioner di alur tindak lanjut yang sama dengan temuan MCU lain.

Lihat susunan rekapnya pada demo di Aksesmedika.

Pastikan dokumentasi MCU perusahaan siap saat diaudit

Riwayat pemeriksaan, status tindak lanjut, dan laporan tersimpan rapi per karyawan.

Konsultasi gratis MCU digital →