Beranda › Blog › Hasil & Parameter Lab
Skor Framingham: Cara Kerja Hitungan Risiko Jantung
Skor Framingham memperkirakan risiko penyakit jantung 10 tahun dari kolesterol, tensi, dan usia. Pahami cara kerjanya dan bedanya dengan Skor Jakarta di MCU.
Sebagian laporan MCU mencantumkan baris berisi persentase risiko penyakit jantung dalam 10 tahun, tanpa penjelasan dari mana angka itu berasal. Angka tersebut umumnya berasal dari skor Framingham. Memahami cara kerjanya membuat baris itu berhenti jadi angka misterius.
Yang dibahas:
- Asal skor Framingham dan apa yang sebenarnya diperkirakannya
- Tujuh komponen yang masuk perhitungan
- Beda Framingham dengan Skor Jakarta yang juga sering muncul di laporan MCU
- Cara membaca hasilnya tanpa salah tafsir
Apa yang Sebenarnya Dihitung
Skor Framingham berasal dari Framingham Heart Study, penelitian jangka panjang di Amerika Serikat yang mengikuti ribuan peserta selama puluhan tahun. Versi yang umum dipakai sekarang adalah model General CVD tahun 2008.
Yang diperkirakan bukan kepastian, melainkan probabilitas. Hasil 12 persen berarti dari sekelompok orang dengan profil risiko serupa, sekitar dua belas dari seratus diperkirakan mengalami kejadian kardiovaskular dalam sepuluh tahun ke depan.
Kejadian yang dimaksud mencakup penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan penyakit pembuluh darah tepi. Cakupannya lebih luas dari sekadar serangan jantung, dan ini yang membedakan model 2008 dari versi lebih lama.
Tujuh Komponen yang Masuk Hitungan
Framingham memerlukan data yang cukup lengkap, termasuk hasil laboratorium.
| Komponen | Bentuk data |
|---|---|
| Jenis kelamin | Laki-laki atau perempuan, dengan rumus terpisah |
| Usia | Tahun, model berlaku untuk 30 sampai 74 |
| Kolesterol total | mg/dL |
| Kolesterol HDL | mg/dL, arahnya terbalik karena HDL tinggi menurunkan risiko |
| Tekanan darah sistolik | mmHg |
| Sedang minum obat tensi | Ya atau tidak, karena bobotnya berbeda |
| Merokok dan diabetes | Masing-masing ya atau tidak |
Dua hal menarik dari daftar ini. Pertama, HDL bekerja berlawanan arah dengan komponen lain, sehingga menaikkan HDL justru menurunkan skor. Kedua, tekanan darah yang sudah diobati dinilai dengan bobot berbeda dari tekanan darah yang sama tanpa pengobatan.
Karena membutuhkan kolesterol, skor ini hanya bisa dihitung kalau paket MCU mencakup profil lipid. Itu sebabnya baris ini kadang kosong di laporan sebagian peserta.
Laporan MCU yang baik menghitung skor semacam ini otomatis dari data yang sudah diisi, bukan meminta dokter menghitung manual untuk tiap peserta. Pelajari lebih lanjut →
Framingham dan Skor Jakarta, Dua Alat Berbeda
Laporan MCU di Indonesia kerap menampilkan dua skor sekaligus, dan ini sering membingungkan.
| Framingham 2008 | Jakarta Cardiovascular Score | |
|---|---|---|
| Butuh kolesterol | Ya, total dan HDL | Tidak |
| Rentang usia | 30 sampai 74 tahun | 25 sampai 64 tahun |
| Bentuk hasil | Persentase risiko | Poin, lalu dikategorikan |
| Memakai BMI | Tidak | Ya |
| Memakai aktivitas fisik | Tidak | Ya |
Keduanya tidak saling menggantikan. Framingham lebih rinci ketika data laboratorium lengkap, sementara Skor Jakarta tetap bisa dihitung untuk peserta yang paket MCU-nya tidak mencakup kolesterol.
Perlu diketahui, kalkulator risiko penyakit jantung gratis di situs ini memakai Skor Jakarta, bukan Framingham. Alasannya praktis: sebagian besar orang yang membuka kalkulator tidak memegang hasil kolesterolnya. Rincian cara kerja Skor Jakarta ada di Jakarta Cardiovascular Score dalam laporan MCU.
Cara Membaca Hasilnya Tanpa Salah Tafsir
Kategori risiko umumnya dibagi tiga: di bawah 10 persen tergolong rendah, 10 sampai 20 persen sedang, dan di atas 20 persen tinggi.
Tiga hal yang perlu dijaga saat membacanya:
- Ini perkiraan populasi, bukan ramalan individu. Risiko rendah bukan jaminan, dan risiko tinggi bukan vonis.
- Usia mendominasi hasilnya. Orang berusia 60 tahun yang sehat bisa punya skor lebih tinggi dari orang 35 tahun yang merokok. Itu bukan kesalahan model, itu memang bobotnya.
- Yang berguna adalah perubahannya. Skor tahun ini dibanding tahun lalu memberi informasi lebih banyak daripada satu angka berdiri sendiri.
Dari tujuh komponennya, hanya empat yang bisa diubah: kolesterol, tekanan darah, status merokok, dan pengendalian diabetes. Cara menurunkan dua yang pertama dibahas di kolesterol tinggi pada karyawan dan tekanan darah normal dan hipertensi pada karyawan.
Langkah 12 bulan untuk menurunkan keduanya diuraikan di playbook kolesterol dan trigliserida tinggi dan playbook tekanan darah tinggi.
Penting: skor risiko adalah alat skrining, bukan diagnosis. Hasil kategori tinggi tetap perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan konsultasi dokter, bukan disimpulkan sendiri dari angka di laporan.
Tanya Jawab
Apa beda skor Framingham dengan Jakarta Cardiovascular Score?
Framingham membutuhkan hasil kolesterol total dan HDL serta berlaku untuk usia 30 sampai 74 tahun. Jakarta Cardiovascular Score tidak memerlukan kolesterol dan berlaku untuk usia 25 sampai 64 tahun, sehingga tetap bisa dihitung meski pemeriksaan kolesterol tidak dilakukan.
Kenapa skor saya tidak muncul di laporan MCU?
Umumnya karena satu komponennya tidak tersedia, misalnya kolesterol HDL tidak diperiksa dalam paket, atau usia berada di luar rentang yang divalidasi model tersebut.
Apakah risiko tinggi berarti pasti kena serangan jantung?
Tidak. Angkanya adalah perkiraan probabilitas pada populasi dengan profil serupa selama 10 tahun, bukan ramalan untuk satu orang. Risiko 20 persen berarti sekitar dua dari sepuluh orang dengan profil itu diperkirakan mengalami kejadian kardiovaskular.
Faktor mana yang paling menurunkan skor kalau diperbaiki?
Berhenti merokok dan menurunkan tekanan darah biasanya memberi perubahan paling besar, karena keduanya masuk perhitungan dengan bobot tinggi dan bisa berubah relatif cepat.
Apakah skor ini perlu dihitung ulang tiap tahun?
Ya, karena usia bertambah dan komponen lain bisa berubah. Nilai skor jadi paling berguna kalau dibandingkan antar periode MCU, bukan dibaca sekali lalu dilupakan.
Bagi perusahaan, skor risiko baru bernilai ketika terbaca sebagai sebaran seluruh karyawan, bukan angka per orang. Aksesmedika menghitung skor kardiovaskular otomatis dari data vital sign dan anamnesa yang sudah diisi saat MCU, sehingga HR bisa melihat berapa banyak karyawan yang masuk kategori tinggi tanpa perlu menghitung ulang satu per satu.
Sumber
- Framingham Risk Score, Framingham Heart Study
- Jakarta Cardiovascular Score
Hasil MCU yang langsung bisa dibaca, tanpa perlu latar belakang medis
Setiap parameter otomatis diberi status dan penjelasan, jadi tindak lanjutnya jelas.