Beranda › Blog › Hasil & Parameter Lab
Tes Visus Mata MCU: Huruf Snellen dan Arti Hasil 6/6
Papan Snellen memakai sembilan huruf tertentu, bukan alfabet lengkap. Arti hasil 6/6 dan 6/12 di lembar MCU, nilai tiap baris, dan bedanya dari tes buta warna.
Hampir semua peserta MCU pernah berdiri di depan papan huruf yang mengecil ke bawah, lalu menerima hasil berupa angka seperti 6/6 atau 6/12. Angka itu jarang dijelaskan, dan sering dikira semacam nilai ujian. Padahal maknanya jauh lebih sederhana dari kelihatannya.
Yang dibahas:
- Arti angka pecahan pada hasil visus
- Beda tes jarak jauh dan jarak dekat, serta kapan masing-masing dipakai
- Kenapa visus dicatat dua kali, dengan dan tanpa kacamata
- Beda visus dengan tes buta warna yang sering tertukar
Arti Angka Pecahan pada Hasil Visus
Hasil visus ditulis sebagai pecahan, misalnya 6/6, 6/12, atau 6/60. Keduanya adalah jarak dalam meter.
Angka pertama adalah jarak Anda berdiri dari papan, umumnya 6 meter. Angka kedua adalah jarak yang masih memungkinkan orang dengan penglihatan normal membaca baris yang sama.
| Hasil | Artinya |
|---|---|
| 6/6 | Ketajaman normal |
| 6/12 | Yang Anda baca dari 6 meter, orang normal bisa baca dari 12 meter |
| 6/60 | Yang Anda baca dari 6 meter, orang normal bisa baca dari 60 meter |
Jadi semakin besar angka kedua, semakin kurang tajam penglihatannya. Sebagian klinik memakai satuan kaki dan menuliskannya 20/20 atau 20/40; artinya sama persis, hanya berbeda satuan jarak.
Pemeriksaan dilakukan terpisah untuk mata kanan dan kiri, karena keduanya bisa sangat berbeda. Seseorang bisa punya satu mata 6/6 dan satu lagi 6/30 tanpa pernah menyadarinya, sebab mata yang baik menutupi kekurangan yang lain dalam penglihatan sehari-hari.
Huruf yang Dipakai di Papan Snellen
Papan Snellen tidak memakai seluruh alfabet. Yang lazim dipakai hanya sembilan huruf, yaitu C, D, E, F, L, O, P, T, dan Z.
Pemilihannya bukan kebetulan. Kesembilan huruf itu dianggap punya tingkat kesulitan yang relatif setara, sehingga satu baris bisa dibandingkan dengan baris lain secara adil.
Untuk peserta yang tidak terbiasa membaca huruf Latin, tersedia papan pengganti. Ada papan berisi huruf E yang menghadap berbagai arah, dan ada lingkaran dengan celah di salah satu sisi. Peserta cukup menunjuk arahnya, tanpa perlu menyebut huruf.
| Baris papan | Nilai visus bila terbaca sampai baris itu |
|---|---|
| Baris 1, huruf terbesar | 6/60 |
| Baris 2 | 6/36 |
| Baris 3 | 6/24 |
| Baris 4 | 6/18 |
| Baris 5 | 6/12 |
| Baris 6 | 6/9 |
| Baris 7 | 6/6 |
| Baris 8, huruf terkecil | 6/5 |
Catatan: jumlah baris dan urutan nilainya bisa sedikit berbeda antar papan, tergantung pabrikan dan jarak pemeriksaan yang dipakai. Yang tidak berubah adalah cara membaca pecahannya.
Jarak Jauh dan Jarak Dekat, Dua Pemeriksaan Berbeda
Tes papan huruf hanya menilai penglihatan jarak jauh. Untuk jarak dekat, pemeriksaan memakai kartu berisi teks dengan ukuran menurun yang dibaca dari sekitar 30 sampai 40 sentimeter.
Keduanya menilai kemampuan berbeda, dan keduanya bisa bermasalah sendiri-sendiri:
- Jarak jauh relevan untuk pengemudi, operator alat berat, petugas keamanan, dan pekerjaan yang mengandalkan pengamatan area
- Jarak dekat relevan untuk pekerjaan dokumen, layar komputer, perakitan komponen kecil, dan pemeriksaan kualitas
- Penurunan penglihatan dekat yang muncul setelah usia 40 tahun umumnya proses alami, bukan penyakit
Karena tuntutannya berbeda per posisi, hasil visus tidak bisa dinilai lepas dari jenis pekerjaannya. Visus 6/12 mungkin sama sekali tidak menghambat pekerja administrasi, tapi menjadi persoalan serius bagi pengemudi.
Karena itu lembar pemeriksaan sebaiknya merekam visus jauh, visus dekat, dan riwayat penggunaan kacamata sebagai kolom terpisah, bukan diringkas jadi satu kesimpulan. Pelajari lebih lanjut →
Kenapa Dicatat Dua Kali, Dengan dan Tanpa Kacamata
Pemeriksaan yang lengkap mencatat visus dalam dua kondisi.
Tanpa koreksi menggambarkan kondisi mata apa adanya. Ini yang dipakai memantau apakah kelainan refraksi bertambah dari tahun ke tahun.
Dengan koreksi, yaitu memakai kacamata atau lensa kontak yang biasa dipakai, menggambarkan penglihatan sesungguhnya saat bekerja. Inilah yang menentukan kelayakan kerja, karena karyawan memang bekerja dengan kacamatanya.
Perbedaan keduanya juga informatif. Kalau visus dengan koreksi tetap jauh dari normal, artinya kacamatanya sudah tidak sesuai lagi atau ada masalah lain di luar kelainan refraksi. Temuan seperti itu perlu dirujuk, bukan sekadar dicatat.
Karena itu ukuran kacamata yang sedang dipakai sebaiknya ikut dicatat saat pemeriksaan. Tanpa itu, perubahan hasil antar tahun tidak bisa dibedakan antara mata yang memburuk dan kacamata yang sudah ketinggalan.
Visus Bukan Tes Buta Warna
Dua pemeriksaan ini hampir selalu berdampingan di meja yang sama, sehingga sering dikira satu hal.
| Tes visus | Tes buta warna | |
|---|---|---|
| Yang diukur | Ketajaman penglihatan | Kemampuan membedakan warna |
| Alat | Papan Snellen dan kartu baca dekat | Kartu Ishihara |
| Bisa dikoreksi | Ya, dengan kacamata | Tidak |
| Sifat | Bisa berubah dari tahun ke tahun | Umumnya menetap seumur hidup |
Perbedaan pada baris ketiga yang paling penting. Mata minus bisa dikoreksi sampai memenuhi syarat posisi, sedangkan buta warna bawaan tidak bisa. Karena itu keduanya berdampak sangat berbeda pada penilaian kelayakan kerja. Penjelasan lengkap tes warna ada di tes Ishihara dalam MCU.
Penting: temuan visus jarang menggugurkan kelulusan MCU. Yang lebih sering terjadi adalah munculnya catatan berupa syarat, misalnya wajib memakai kacamata saat mengemudi. Cara membaca status semacam itu dibahas di arti fit with note.
Tanya Jawab
Apa arti visus 6/6 dan 6/12?
Angka pertama adalah jarak Anda berdiri, angka kedua jarak orang dengan penglihatan normal masih bisa membaca baris yang sama. Visus 6/12 berarti apa yang Anda baca dari 6 meter, orang bernormal penglihatan masih bisa membacanya dari 12 meter.
Apakah tes visus sama dengan tes buta warna?
Berbeda. Visus mengukur ketajaman penglihatan, sedangkan tes buta warna seperti Ishihara mengukur kemampuan membedakan warna. Seseorang bisa punya visus sempurna tapi tetap buta warna, dan sebaliknya.
Apakah boleh memakai kacamata saat tes visus?
Boleh, dan justru dianjurkan. Pemeriksaan umumnya mencatat visus tanpa koreksi dan dengan koreksi, karena yang menentukan kelayakan kerja adalah penglihatan saat kacamata dipakai bekerja.
Apakah mata minus membuat MCU tidak lolos?
Hampir tidak pernah, selama masih bisa dikoreksi kacamata sampai batas yang disyaratkan posisi. Yang menjadi masalah adalah penglihatan yang tidak bisa dikoreksi, atau posisi yang melarang penggunaan alat bantu tertentu.
Kenapa saya juga diminta membaca teks kecil dari dekat?
Itu tes Jaeger untuk penglihatan jarak dekat, yang menilai kemampuan berbeda dari tes jarak jauh. Ini penting untuk pekerjaan yang banyak membaca dokumen, layar, atau merakit komponen kecil.
Bagi HR, nilai pemeriksaan mata terletak pada kecocokannya dengan tuntutan posisi, bukan pada angka tunggalnya. Aksesmedika mencatat visus kanan dan kiri, hasil tes jarak dekat, serta riwayat dan ukuran kacamata sebagai kolom terpisah dalam satu berkas peserta, sehingga perubahan antar tahun bisa dibaca sebagai tren dan syarat kerja seperti wajib berkacamata ikut terbawa ke laporan.
Hasil MCU yang langsung bisa dibaca, tanpa perlu latar belakang medis
Setiap parameter otomatis diberi status dan penjelasan, jadi tindak lanjutnya jelas.